rencana percobaan

BAB IV.  PERANCANGAN PERCOBAAN

4.1. Pendahuluan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pada tahap awal dalam perancangan percobaan akan kita ulas tentang perencanaan suatu percobaan dalam hubungannnya dengan sasaran, analisis dan efisiensinya.

Jikalau kita menerima kenyataan bahwa pengetahuan baru paling sering diperoleh melalui analisis dan interpretasi data dengan cara seksama, maka diperlukan suatu usaha yang cukup dan pikiran yang memadai.  Dengan demikian, usaha dalam merancang percobaan yang efisien merupakan fungsi yang paling utama untuk memperoleh nilai dugaan tak bias bagi rata-rat/nilai tengah perlakuan, beda antara nilai tengah dan galat percobaan.

Perancangan percobaan adalah suatu uji atau sederetan uji baik menggunakan statistik deskripsi maupun statistika inferensia, yang bertujuan untuk mengubah input menjadi suatu output yang merupakan respon dari percobaan tersebut.

Adapun tujuan secara umum dari suatu perancangan percobaan adalah:

  1. Memilih peubah terkendali (X) yang paling berpengaruh terhadap respon (Y).
  2. Memilih gugus peubah X yang paling mendekati nilai harapan Y.
  3. Memilih gugus peubah X yang menyebabkan keragaman respon (s2) paling kecil.
  4. Memilih gugus peubah X yang mengakibatkanpengaruh peubah tak tekendali paling kecil.

 

 

4.2. Prinsip Dasar Percobaan

 

 

 

Dalam suatu perancangan percobaan, data yang dianalisis statistika dikatakan sah atau valid apabila data tersebut diperoleh dari suatu percobaan yang memenuhi tiga prinsip dasar, yaitu:

  1. Harus ada ulangan, yaitu pengalokasian suatu perlakuan tertentu terhadap beberapa unit percobaan pada kondisi yang seragam.  Pengulangan bertujuan untuk:
    1. menduga ragam dari galat percobaan
    2. menduga galat baku ( standard error) dari rata-rata perlakuan
    3. Meningkatkan ketepatan percobaan
    4. Memperluas presisi kesimpulan percobaan yaitu melalui pemilihan dan penggunaan satuan-satuan percobaan yang lebih bervariasi.
  2. Pengacakan, yaitu setiap unit percobaan harus memiliki peluang yang sama untuk diberi suatu perlakuan tertentu.
  3. Pengendalian lingkungan (local control), yaitu usaha untuk mengendalikan keragaman yang muncul akibat keheterogenan kondisi lingkungan.

 

Ada beberapa istilah dalam perancangan percobaan yang harus dikenal antara lain:

1.   Perlakuan (treatment)

Merupakan suatu prosedur atau metode yang diterapkan pada unit percobaan.  Prosedur atau metode yang diterapkan dapat berupa pemberian jenis pupuk yang berbeda, dosis pemupukan yang berbeda dan sebagainya.

2.   Unit Percobaan

Unit percobaan adalah unit terkecil dalam suatu percobaan yang diberi suatu perlakuan.  Unit terkecil ini bisa berupa petak lahan, individu dan lain-lain tergantung dari bidang penelitian yang sedang dipelajari.

3.   Satuan Amatan

Satuan amatan adalah anak gugus dari unit percobaan tempat dimana respon perlakuan diukur. Jika respon yang diukur adalah tinggi tanaman, maka satuan amatannya adalah satu tanaman jagung di dalam unit percobaan.

 

 

4.3. Rancangan Acak Lengkap (RAL) Satu Faktor

 

 

 

Suatu percobaan yang dirancang dengan hanya melibatkan satu faktor dengan beberapa taraf sebagai perlakuan disebut dengan percobaan satu faktor.  Rancangan ini pada dasarnya menjaga kondisi faktor-faktor lain dalam kondisi tetap.  Sebagai contoh percobaan yang melibatkan hanya satu sebagai perlakuan, yaitu percobaan daya hasil dari beberapa varietas padi; percobaan pemupukan dengan berbagai variasi dosis.

Percobaan satu faktor  dapat diterapkan pada berbagai rancangan lingkungan (RAL, RAKL, RBSL dan lain-lain) tergantung dari kondisi unit percobaan yang digunakan.

Penerapan percobaan satu faktor dalam rancangan acak lengkap biasanya digunakan jika kondisi unit percobaan yang digunakan relatif homogen.  Pada umumnya percobaan yang dilakukan di laboratorium kehomogenan unit percobaan bisa dijamin.

 

Model linier aditif secara umumj dari rancangan satu faktor dengan rancangan acak lengkap dapat dibedakan menjadi dua model, yaitu model tetapdan model acak.

Bentuk umum dari model linier aditif dapat dituliskan sebagai berikut:

Yij = m + ti  + eij ,  dimana  i=1, 2,  … , t  dan j=1,  2,  … , r

Yij = pengamatan pada perlakuan ke-i dan ulangan ke-j

m        = rataan umum

ti   =  pengaruh perlakuan ke-i

eij  =  pengaruh acak pada perlakuan ke-I dan ulangan ke-j

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s